Tuesday, 12 January 2016

PanCafe Pro - The most sophisticated Internet Café Management Software created for FREE!

To run PanCafe Manager after the set-up procedure, Username and Password will be needed. For the first time, these were defined as default and can be changed by the user at any time. Default login username and password of PanCafe Manager are as given below:

Username : admin

Password : password





The same information is valid for admin login of PanCafe Manager Client and also can be changed by server at any time.
 





PanCafe Pro Properties

 
USB Disk Protection
Cafeteria System
Multi Language Support
Word Filtering System
Advanced Tariff System
Remote Administration / ScreenshotCashier Authorizing
Management of Applications Running
Opening Announcement
Message System
USB Data Charging System
Terminal Icon Editor
Shortcut Customization
Performance Follow up
Membership Management
Printer Follow up
Wake Up On Lan Feature
Belonging Follow up
Audio Warning System
Session Settings
File/Index Protection Features
Restrictions
Customizable Tool bar
Terminal Login Window Menu
Ticket System
Detailed Reporting System
Protection Program Control
Theme Support
Program Prohibition / Termination
Automatic Update






Download 

License: Free
Version: 2.0.4
File: PanCafePro_2.0.4.zip
Size: 46.04 MB
OS: Win XP / 7 / 8.1 / 10 (32 & 64 bit)


http://dl.pancafepro.com/downloads/?param=cafelink&mode=down



HOW TO GET FREE SERIAL AND LICENSE KEY


1. Install the PanCafe Pro Server.
2. Open PanCafe  and Choose   " I need to Get License



3. Fill Up the Form  with valid  Email and How many computer client you want sample 150 client  and then click Send..






4. Now Check your Email click the link and you will see your Free License and Serial.



5. Insert your Serial and Product Key and your Ready to Manage your Cafe.





HOW TO SETUP TARIFF PRICING PER HOUR/MINUTES

1. Go to Setting Click Tariff and  Pricing.



2. Setup Tariff  You don't need to many Tariff setting just choose one  (Magloloko pricing nyo )exmaple here Internet Tariff.
 Minimum Charge per Hour  : 15 Pesos ($)




 3. Timer Button Setting  Here you can custom  Price per Minutes or Hours.

Example :

15mins = 5Php($)   
30mins = 10php($)   
1hr = 15Php ($) Base on Internet Tariff




NOTE: Bawal po yung Gansal sa Tariff bali sample 20minutes = 5Php ($)



Gusto nyo may custom Time Try Handy Cafe..

How to Change USD $ Currency to Peso etc..


1. Go to Control Panel  Find "Clock, Language , and Region"
2. Click Change date, time, or number formats.
3. Select your Country  click Apply.
4. Restart your Pancafe Server to take effect.






You can send OSD message to your client  ( On the Screen Message)



Tuesday, 5 January 2016

Tips Dapat Pulsa Listrik dan Cek Kode Token PLN Prabayar

Barusan kaget dan tidak menyangka, ternyata bisa dapat pulsa listrik gratis PLN Prabayar setelah mengecek pemakaian listrik dan kode token di situs resmi PLN PD/PB Infoprepaid Web. Anda mungkin tidak percaya, tapi kenyataannya saya memang dapat token listrik gratis yang berisi pulsa.
Awalnya, saya melihat tutorial di salah satu forum mengenai cara cek kode token dan pulsa listrik PLN Prabayar yang sudah dibeli dengan memasukkan Nomor Meteran atau ID Pelanggan. Saya pun langsung mengikuti tutorial cek kode token tersebut dan melihat daftar kode token listrik yang sudah digunakan pada meteran listrik Prabayar.
Tips Dapat Pulsa Listrik dan Cek Kode Token PLN Prabayar
Cara Dapat Kode Token dan Listrik Gratis PLN Prabayar

Tips Dapat Pulsa Listrik dan Cek Kode Token PLN Prabayar

1. Kunjungi situs resmi PD/PB Infoprepaid Web http://layanan.pln.co.id/infoprepaid
2. Masukkan nomor meteran listrik Prabayar Anda kemudian tekan tombol Cari
3. Geser ke bawah dan cari tabel Transaksi Token kWh Non Tunai. Pada tabel tersebut, ada sejumlah kode token listrik Prabayar beserta dengan keterangannya.
4. Masukkan kode token tersebut yang mempunyai keterangan sisa KWH PD.
Sebenarnya, beberapa bulan yang lalu, saya memang pernah menaikkan daya listrik menjadi 2200 watt R1 karena komputer warnet yang berjumlah 7 unit tidak dapat menampung daya listrik 1300 watt ditambah dengan pemakaian rumah tangga.
Mungkin ini adalah sisa KWH ketika saya melakukan migrasi dari daya R1 1300 watt ke R1 2200 watt. Tapi entahlah, yang jelas saya dapat kode token dan pulsa listrik gratis ketika memasukkannya dimeteran listrik PLN Prabayar.

Monday, 4 January 2016

Youtube Quality Locker V.01


Warning: get_headers() [function.get-headers]: Couldn't resolve host name in /home/dokt5456/public_html/wp-content/themes/wp-eltorn/functions.php on line 290

Warning: get_headers(http://wpt.ninja/s/?u=dokter-squid.com) [function.get-headers]: failed to open stream: operation failed in /home/dokt5456/public_html/wp-content/themes/wp-eltorn/functions.php on line 290
Youtube Quality Locker adalah Plugin untuk Squid-Cache berbasis E-Cap yang berfungsi untuk mengunci resolusi pada video youtube dari resolusi 144 sampai HD 750. dengan menggunakan plugin ini anda akan mendapatkan banyak manfaat, salah satunya irit dalam pemakaian Bandwidth jika resolusi di terapkan ke 144px.
Requierements:
1. Squid Cache V 3.5.X min
2. Linux Debian atau Ubuntu
3. Libecap V.1, Silahkan Download Disini
4.
ecap adapter, Silahkan Download Disini
Install :

1. Terlebih dulu Setup Libecap yang sudah anda download

# tar -xzf libecap-1.0.0.tar.gz
# cd libecap-1.0.0/
# ./configure && make && sudo make install
# echo “/usr/local/lib” >> /etc/ld.so.conf
# ldconfig

2. ./configure Squid dengan mengaktifkan  –enable-ecap

3.  Masukan ecap adapter yang sudah anda download pada directory /usr/local/lib/

4. edit squid.conf anda lalu masukan scrip di bawah ini:

acl youtube_240 dstdomain .youtube.com
request_header_access Accept-Encoding deny youtube_240
loadable_modules /usr/local/lib/DSI_ecap_youtube.so
ecap_enable on
ecap_service ecapModifier respmod_precache \
uri=ecap://dokter-squid.com/ecap yt_quality=medium

adaptation_access ecapModifier allow youtube_240
adaptation_access ecapModifier deny all

5. restart squid anda, lalu liat resolusi pada video youtube, jika sudah tidak auto berarti anda sudah berhasil.

Note:
Untuk Penggunaan Resolusi tertentu silahkan rubah pada scrip di bagian “yt_quality=(disini)”
tiny = 144px
small = 240px
medium = 360px
large = 480px
HD720 = Hd720px
contoh jika anda ingin menggunakan resolusi 240 maka, rubah bagian scrip pada squid.conf seperti ini : yt_quality=small.
Semoga Plugin ini bermanfaat buat temen2 DSI semua, salam sejahtera selalu. Terimakasih.
Credit:
  • http://www.e-cap.org
  • http://www.measurement-factory.com/
  • http://www.squid-cache.org/
  • http://blog.dokter-squid.com

Tuesday, 29 December 2015

Cetak Voucher Paling Simple -html template

Bismillah,

banyak cara untuk cetak voucher, bisa pake software tertentu sampai menggunakan aplikasi corell draw, namun sya disini mencoba share cetak voucher paling simple dengan cara mengganti html template voucher itu sendiri dari usermanager sehingga setelah kita create user langsung bisa di cetak tanpa harus menggunakan aplikasi lain.

oke to the point :


PHP Code:
<table align="left" width="10%" style="margin-top: 1%;"><tr class="space1"><td colspan="3"></td></tr>  
    <
tr>  <td align="left" valign="middle">   
        <
table width="180" height="100" style="border: 2px solid #000000; padding: 0px;" cellpadding="0" cellspacing="0">    
            <
tr><td align="center"><img src="http://uburcumi.com/userman   /coffee.png" /></a></td></tr>    
            <
tr>     
                <
td align="center" valign="bottom" height="60" colspan="2">        
                    <
table width="100" style="background-color: #ffffff">         
                        <
tr><td align="right"><b><i>Login</i></b></td>           
                            <
td><input style="width: 80px" name="username" type="text" value="%u_username%"/></td>        
                        </
tr>         
                            <
tr><td align="right"><b><i>Password</i></b></td>           
                        <
td><input style="width: 80px" name="password" type="text" value="%u_password%"></td>         
                            </
tr>        
                  </
table>     
                </
td>    
            </
tr>    
                        <
tr><td align="center"><img src="http://uburcumi.com/userman/bottom.png" /></a></td></tr>   
            </
table>    
        </
td>  
    </
tr
</
table








1. Copy semua script html di atas, lalu paste di kolom row template voucher dan save :

 
Click here to enlarge


2. Lalu coba generate voucher :

 
Click here to enlarge

Click here to enlarge

Click here to enlarge


3. Jadi dan siap diprint Click here to enlarge

 
Click here to enlarge


Tested on ROS V5.20

sory ya kalo repost Click here to enlarge

sya harap tidak sampai disini saja, bagi yang jago html silahkan share html scriptnya di thread ini Click here to enlarge
kalo ada share login page, skg waktunya ada share html voucher template Click here to enlarge

Lanjutkan Bro....

===========

sumbangan dari om

PHP Code:
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"> <head> <title>TyarNet-Hotspot</title> <style type="text/css"#main { width: 150px; height:150px; margin: 1px 1px ; background: rgba(255,255,0,0.2); -moz-border-radius: 8px; -webkit-border-radius: 8px; padding: 2px; border: 1px solid #adaa9f; -moz-box-shadow: 0 2px 2px #9c9c9c; -webkit-box-shadow: 0 2px 2px #9c9c9c; } .tyar { color: #FFF;font-size: 16px; font-weight: bold; text-shadow: -1px -1px 10px black, 2px 2px 10px #000; } </style> </head> <body>
<table width="160" height="160" border="0" align="left" cellpadding="0" cellspacing="0" > <tr> <td colspan="2"><table width="160" height="160" border="0" align="center" background="http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/556281_3035580103195_226544961_n.jpg"> <tr> <td valign="top" scope="col" ><div id="main"> <table width="209" border="0"> <tr> <td width="73" scope="col"><span class="tyar">user name</span></td> <td width="126" scope="col"><span class="tyar">%u_username%</span></td> </tr> <tr> <td><span class="tyar">password</span></td> <td><span class="tyar">%u_password%

Cara Menghitung Daya (W) di PSU

Power Supply Unit atau yang biasanya suka kita singkat menjadi PSU, seringkali dianggap remeh atau 'sengaja' dilupakan. Atau mungkin beberapa awam tidak mengerti apa itu guna sebenarnya dari sebuah PSU. Maka dari itu, bagi sekian besar pengguna komputer di Indonesia, PSU bisa dikatakan kehilangan perhatian/diremehkan.
PSU yang diadopsi oleh User biasanya selalu yang sudah disediakan bersama dengan casing yang dibeli. Beberapa casing merk papan atas memang sudah mem-bundle PSU dengan kualitas baik bersama dengan casing. Beda kasus dengan casing-casing kelas value/murah, yang hanya membundle PSU denga kualitas yang tidak terjamin atau bahkan bisa saya katakan mengecewakan.

Alasan pakai PSU Standart/Bawaan? Biasanya jawabannya cuma... Hemat .. Tipikal orang Indonesia, save the best for the cheapest, atau bisa dibilang, 'Tidak ada rotan, akar pun jadi'


Okeh, langsung di bahas aja mungkin yah, soal PSU itu sendiri.

Sebenarnya yang paling penting dari sebuah PSU itu bukan besaran WATT nya seperti yang ada terpampang di Label PSU Anda sekarang.
Yang lebih penting itu sebenarnya Rail (Amperage) dari PSU.

Mari simak sebenarnya PSU itu punya satuan apa saja:

W= Watt (Watt)
A= Amperage (Ampere, Arus)
V= Voltage (Voltase, Tegangan)
di mana, W = V * A

Kembali ke Rail lagi, sebenarnya Rail itu apa?

Rail itu jalur yang ada dari Power Supply untuk menghantarkan listrik yang tadinya dari arus AC (PLN) yang di convert ke DC untuk diteruskan ke komponen2 komputer Anda.
Pada PSU-PSU modern/masa kini, PSU dibagi Rail nya menjadi
+3.3v, +5v, +12v, -5v dan -12v
Yang negatif, tidak usah terlalu dipikirkan kecuali Anda mau mempelajari PSU lebih dalam. Negatif di sini kita asumsikan menjadi 'Ground' atau nilai Netral yang hanya memberi sambungan arus dari kutub Positif.

Kalau dari tadi saya bilang yang terpenting masih Rail, mari kita lihat bagaimana akhirnya Rail itu menjadi penting:

Rail menentukan hasil output akhir dalam bentuk Watt (W).
Rail 3.3V. 30A menghasilkan 3.3V*30A = 100W (coklat)
Rail 5V. 20A menghasilkan 5V*20A = 100W (merah)
Rail 12V. 25A menghasilkan 12V*25A = 300W (kuning)
Maka dari itu, Grand Total Output / Daya, bisa dibilang 500W.

Boleh mulai lirik-lirik PSU Anda, kalau mau di hitung silahkan, kalau memang ternyata hasil hitungan Anda sendiri sudah tidak sesuai dengan label yang tertempel pada PSU Anda, kualitas PSU Anda sudah patut di curigai.

Bahkan bukan berarti, kalau hitungan Anda benar dengan yang sudah tertempel, Daya Output "sebenarnya" dari PSU Anda adalah "segitu". Pada contoh, 500W bisa saja di-selewengkan oleh Produsen PSU.

Mulai masa sekarang dan mendatang, terlihat komputer mulai menggunakan komponen yang lebih menyedot arus 12V. Bisa dilihat dari GPU (VGA Card) masa kini yang hanya murni menggunakan Power dari arus 12V besar2an hingga 200Watt lebih. Dan juga komponen kecil-kecil seperti Fan, Neon CCFL, dsb selain USB Devices.


Maka dari itu, Produsen PSU biasanya membagi Rail nya menjadi beberapa bagian, misalnya, 2 rail, 4 rail, bahkan 6 rail. Terutama di Rail 12V. Untuk PSU yang sudah agak kuno (buatan <2003), Rail yang terbagi biasa nya 3.3V dan 5V sedangkan 12V malah belum dibagi.

Tujuan pembagian ini sebenarnya juga untuk memberikan pasokan listrik yang lebih stabil bagi komputer sehingga komponen bisa menjadi lebih dingin.


"RECOMMENDED" PSU

Merek-merek yang kebanyakan beredar di Indonesia:
Corsair
Silverstone
Antec
Enermax
FSP (Fortron)
Mushkin
OCZ Technology
Tagan
PowerLogic
Thermaltake ToughPower Only

Secara Global:

Di-cuplik dari sini
Class 1: These are the Best:

PC Power & Cooling (All Turbo Cool & ULTRA-QUIET SILENCER 610W & 750W),

Seasonic (S-12, S-12E+, M-12),
Corsair,
Silverstone (Zeus models ST56ZF, ST75ZF, and ST85ZF),
Etasis &
Zippy.

Class 2:


Antec,

Enermax,
Enhance,
Fortron (FSP),
Hiper (Type-M 670W & 730W & Type-R 730W)
I-Star,
Mushkin,
OCZ Technology,
PC Power & Cooling,
Seasonic,
Silverstone,
Sparkle,
Tagan,
Thermaltake ToughPower (Only the ToughPower Line!),
Vantec &
XCilo.

Class 3:


Hiper (Type-R 580W, 530W & 480W) &

Sunbeam


"NOT RECOMMENDED" PSU

Merek-merek yang kebanyakan beredar di Indonesia:
Mentari Power
e-Pro
Simbadda
Codegen

Secara Global:

Di-cuplik dari sini
Achieve
Aerocool
Allied
Apex
Arrow,
Aspire > Dangerous! They don't even pretend to meet the ATX/AMD/Intel specs!
Austin
Coolmax
Demon
Deer
Duro
Dynapower
Eagle
EagleTech
Foxconn
Foxlink
Hercules
InWin (except FSP models)
JustPC
Key Mouse
Kingwin
L&C
Logic
Linkworld
Macron Power
MGE
Mustang
Okia
Power-Man (except FSP models)
Powmax
Power-Up
Powerstar
QMax
Qtec
q-tec
Raidmax (except Topower/Tagan models, not sold with cases)
Real PC Power
Rhycon
Robanton
Rosewill
Skyhawk
Thermaltake (SIRTEC and non-Toughpower Units)
TMP-ANS
Tsunami
Turbo
Turbolink
Ultra (X-Connect only)
US-Can
Viomax

Tambahan Final:


PSU memang penting, namun sesuaikan juga dengan kebutuhan. Misalkan kalau memang hanya dipakai di rumah untuk mengetik+print atau untuk sekadar browsing dan chatting via Messenger, mungkin PSU Stock ala SiMbokDe masih bisa menjamin. Namun kalau memang tidak disadari pemakaian komputer cukup berat, misalkan gaming berjam-jam sampai jam ujian tiba, atau juga meninggalkan komputer terus menyala demi download an yang lama kelarnya, saya tidak yakin kalau komponen komputer Anda akan mampu bertahan lama.


Sebagai contoh nyata:

Kebanyakan komponen yang haus akan kestabilan listrik jelas Hard Drive atau Graphic Card (masa kini). Di mana permasalahan biasanya muncul kalau HDD mulai 'bernyanyi' dengan bunyi head nya yang bergoyang "trek...trek..trekk..." atau juga VGA dengan trouble yang sedang dipakai untuk gaming, biasanya terlempar kembali ke Windows.

Tergantung jenis komputer, jenis PSU juga menyesuaikan jenis komputer yang Anda pakai. Rata2 PC Desktop memakai PSU dengan Standarisasi ATX.
Ada juga Standarisasi BTX, yang diletakkan terbalik dari posisi ATX (di bagian bawah casing).
ATX sendiri, masih ada beberapa versi. Versi 24-pin maupun 20-pin (menurut Coyle Gyver).
Ini yg biasa disebut 20-pin
Atau ini yg terbaru 24-pin
Dari gambar di atas, mungkin Anda sudah bisa membedakan sebenarnya apa beda sebenarnya dari PSU 20-pin dan 24-pin.
Kalau masih belum bisa menemukannya, sebenarnya tambahan 4-pin pada PSU 20-pin itu untuk menghantarkan daya 12V,5V,3,3V dan Ground tambahan ke Slot PCI-Express. Maka dari itu, sebenarnya PSU 20-pin masih bisa menyanggupi permintaan MotherBoard dengan standar 24-pin. Kecuali jika Anda ingin memakai VGA yang kiranya memakai daya cukup banyak, lebih disarankan PSU dengan 24-pin.

Ada lagi sedikit tambahan mengenai standar EPS 12V. Yakni, Input 12V pada MotherBoard, yang biasa nya menggunakan 4-pin (kabel kuning-kuning hitam-kuning-kuning hitam), menggunakan 8-pin. Hal ini tidak apa, dikarenakan standar 8-pin diterapkan pada Motherboard sekelas Server. Dipakai 4-pin pada MotherBoard 8-pin tidak apa selama daya masih bisa mencukupi dari PSU. Standarisasi 8-pin ini diterapkan mengingat User masih tidak paham betapa pentingnya PSU sebagai sebuah 'jantung' daripada sebuah komputer.


Bila memang Anda merasa PSU Anda selama ini cocok untuk kebutuhan komputer Anda, bisa mulai dihitung kebutuhan daya dari komputer Anda melalui Kalkulator PSU.

Contoh kalkulator PSU
Outer Extreme Power Supply Calculator
Watt (Output) yang besar bukan berarti akan menghabiskan listrik yang besar juga. Sebenarnya, Watt yang digunakan oleh komputer hanyalah sebatas dimana komputer membutuhkannya. Bukan berarti PSU Anda memiliki angka 600W, maka PSU akan langsung menyedot daya 600W, melainkan hanya akan menyedot daya sebesar yang sedang dibutuhkan, tergantung kondisi Load sedang berapa %.

Soal Power yang dihasilkan (watt), mungkin Anda pernah mendengar Continous Power ataupun Peak Power. Sebenarnya Continous ini yang biasa disebut Pure atau bisa dibilang Power standar yang dihasilkan. Sedangkan Peak Power ialah masa dimana PSU sedang mengalami Output Maximal. Bisa saja Continous Power / Pure nya bernilai 550W, namun tidak menutup kemungkinan kalau Peak Power nya bisa mencapai 1000W. Hanya saja, Peak Power entah datang dari mana, dan yang jelas Peak Power ini hanya berlangsung sekitar 5-10 detik dari 2 menit sekali atau lebih tergantung dari kondisi kapasitor PSU Anda. Maka dari itu, jangan sampai Anda tergoda untuk membeli sebuah PSU dikarenakan Peak Power nya yang tinggi, perhatikan saja Continous Power yang didapat, dikarenakan 90% daya yang dihasilkan PSU hanyalah berdasarkan Continous Power.


Belum lagi, pada standar pabrikan, sebuah PSU biasa ber operasi pada suhu ruangan 25'C, sehingga daya yang dihasilkan bisa dikatakan maksimal. Berbeda pada keadaan iklim di Indonesia, di mana rata-rata pemakaian komputer di ruangan dengan suhu 35'C yang menyebabkan PSU bisa memotong daya yang dihasilkannya hingga 40%.

Terlebih kalau Anda sadari, mengapa PSU memiliki sebuah fan/rongga udara? Hal itu dikarenakan komponen PSU sendiri sebenarnya memiliki panas yang dihasilkan. Panas yang dihasilkan ini bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan daya dari komputer saat itu. Jika daya yang diminta makin tinggi, tentu saja proses konversi AC-DC menjadi makin berat yang menyebabkan panas pada PSU bertambah. Bayangkan, bekerja pada suhu ruangan 35'C saja sudah bisa men'diskon' Output PSU Anda, apalagi jika ditambah panas PSU tersebut sendiri, bisa saja PSU Anda kembali men'diskon' daya output nya hingga 60%.

Kembali ke pentingnya Rail, memberikan rail yang stabil ialah yang hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk memperpanjang umur suatu komponen/hardware. Bukan hanya peralatan komputer, setiap barang elektronik juga layak untuk mendapatkan perlakuan yang 'stabil'. Ke stabilan Rail suatu PSU tidak dapat diukur melalui sebuah Software ataupun Sensor dari Motherboard, Anda harus berani untuk mengukurnya secara langsung menggunakan sebuah Multimeter, di utamakan yang Digital. Dikarenakan, hanya Multimeter lah yang bisa membacakan rail PSU Anda secara 99% akurat. Untuk PSU dengan Multiple Rail, berarti tiap rail akan berbeda jalur sehingga bisa berbeda pula hasil pembacaannya.


Rail yang stabil untuk tiap Voltase ialah rail yang tidak berubah. Semakin tidak pernah berubah akan semakin baik pula sebuah PSU. Dikarenakan kondisi komputer tidak selalu dalam keadaan Idle (CPU Usage <5%). Bisa saja tiba-tiba terjadi lonjakan CPU Usage saat Anda membuka sebuah aplikasi baru (CPU Usage <75%) atau bahkan saat Anda bermain game di komputer yang membuatnya bekerja secara penuh (CPU USage 100%). Saat ada transisi CPU Usage ini lah biasanya sebuah PSU diuji kemampuannya. Bukan hanya kemampuannya untuk membuat Rail stabil pada saat transisi, namun juga kestabilan Rail di saat dia Idle maupun Full Load. Sebuah komputer yang Idle, biasanya tidak memakan daya yang begitu banyak, maka dari itu Rail biasanya stabil untuk keadaan Idle. Namun, begitu Anda membuka aplikasi yang bisa dikatakan memakan cukup banyak resource, komputer akan beranjak hingga 100% Load, yang menyebabkan komputer meminta daya lebih dari PSU. Saat daya maksimum ini pula, keampuhan sebuah PSU teruji kembali. Kestabilan Rail memegang peranan utama, terutama saat Anda meng-OVERCLOCK komputer Anda. Dimana bila Rail tidak stabil (naik-turun) sepanjang waktu, tentu saja akan membuat komponen di dalam casing Anda 'keropos' sedikit demi sedikit.


Kestabilan Rail bisa diukur dari pembacaan Voltase. Idealnya, setiap Voltase Output (Rail) dari PSU, memberikan nilai toleransi +/- MAX 5%

Misalkan:
3.3V berarti ber toleransi MIN 5% = 3.135V atau MAX 5% = 3.465V
5V berarti ber toleransi MIN 5% = 5.25V atau MAX 5% = 5.75V
12V berarti ber toleransi MIN 5% = 11.4V atau MAX 5% = 12.6V
Akan alangkah baiknya bila ternyata hasil pembacaan Rail tiap Voltase tersebut tetap terpatok pada 3.3V, 5V, dan 12V SEPANJANG WAKTU. PSU seperti inilah yang 100% Ideal bagi sebuah komputer dikarenakan kemampuannya untuk memasok daya yang stabil pada tiap komponen. Namun, di Indonesia, tidak seperti itu kenyataannya. Bisa dilihat, sebagai contoh PSU Simbadda yang dikemas pada tiap-tiap casing barunya, nyatanya tidak memenuhi kualitas itu hingga separuhnya.

Ukuran maupun berat daripada sebuah PSU sebenarnya sudah bisa menandakan kualitas PSU itu sendiri. Biasanya, semakin besar dan berat, PSU dipercaya semakin memiliki kualitas yang bagus. Dikarenakan memang kapasitor yang berkualitas baik memiliki berat yang lebih daripada kapasitor-kapasitor biasa. Namun, memang, ukuran dan berat selalu berbanding lurus dengan kocek yang harus Anda keluarkan. Tidak lupa juga bahan yang digunakan, biasanya PSU Branded tidak memakai casing yang 'abal2' sekadar kotak aluminium murah.


Untuk kesehatan dari PSU sendiri, tentu saja Perusahaan Listrik Negara (PLN) memegang peranan besar. Bila listrik yang masuk ke PSU Anda sudah tidak karuan (baca:tidak stabil), bagaimana PSU Anda bisa memberikan daya nya yang stabil ke komponen? Dihadang dengan kenyataan bahwa listrik di Indonesia ini memang terkenal tidak stabil, peralatan pendukung tambahan seperti Stabilizer, maupun UPS menjadi tidak dihindarkan lagi. Di mana Stabilizer bisa memberi nilai tambah dengan menjamin arus AC yang stabil masuk ke PSU Anda, dan juga UPS untuk berjaga-jaga saat PLN 'sedang mau-maunya' mematikan listrik di daerah Anda. Persoalan PLN ini sendiri juga berbeda kasus di tiap daerah yang berbeda. Tidak selamanya juga Stabilizer dan UPS menjadi barang wajib untuk Anda. Sesuaikan saja dengan kebutuhan, dikarenakan di Indonesia, tidak semua tempat memiliki listrik yang tidak stabil maupun sering terjadi pemadaman.

Sebagai contoh: katakan saja saya tinggal di bilangan Kebon Jeruk saya memiliki arus yang cukup stabil, dinilai dari hasil pembacaan Multimeter selama 7x24 jam (walaupun tidak mungkin 100% stabil). Sedangkan seorang teman yang tinggal di bilangan Bina Nusantara - Rawa Belong, terbukti memiliki arus yang sangat tidak stabil (naik-turun) pada pembacaan Multimeter 3 jam pertama! Sebuah Stabilizer dan UPS pun memiliki reputasi nya sendiri, bukan berarti karena Anda sudah memiliki Stabilizer+UPS, berarti PSU+Komputer Anda aman-aman saja, dikarenakan bisa saja karena kualitas Stabilizer+UPS ini sendiri patut dipertanyakan membawa hasil yang buruk kepada komputer Anda secara keseluruhan.

Maka dari itu, setelah membaca sedikit penjelasan singkat dari saya ini, tidak ada salahnya jika Anda mulai kembali menyayangi komputer Anda dengan PSU yang sedikit berkenan sesuai dengan kebutuhannya. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan 2 kali dengan tetap tidak memperdulikan PSU Anda. Juga jangan juga langsung paranoid dengan PSU murah (abal2/kacangan), dan ber orientasi mahal=bagus).

Wednesday, 4 November 2015

Cara Mematikan Superfetch Untuk Mengurangi Beban RAM Pada Windows 7

Cara untuk mengurangi beban kerja memori (RAM) yang berlebihan pada Windows 7 adalah dengan menonaktifkan fitur Superfetch. Cara ini sangat membantu bagi anda yang memiliki PC dengan memori terbatas. Berikut cara mematikan Superfetch untuk mengurangi penggunaan memori berlebih pada Windows 7.

1. Masuk pada menu Control Panel ►►► System and Security.



2. Setelah masuk menu System and Security, klik Administrative Tools.


3. Di dalam menu Administrative Tools, silahkan anda cari menu Service dan bukalah menu Service dengan cara klik kiri 2x.


4. Di dalam menu Service silahkan Anda scroll ke bawah untuk menemukan Superfetch. Klik kanan pada Superfetch lalu klik Properties.


5. Setelah terbuka, ubahlah settingan pada Startup type dari Automatic menjadi Disable. Kemudian klik Stop dan tunggu proses menghentikan aplikasi. Setelah itu tinggal klik OK.


Demikian cara mematikan Superfetch untuk mengurangi penggunaan memori berlebih pada Windows 7. Semoga bermanfaat.






Wednesday, 28 October 2015

TUTORIAL INSTALL DEBIAN SERVER 7.1 UNTUK PROXY SERVER

TUTORIAL INSTALL DEBIAN SERVER 7.1 UNTUK PROXY SERVER